FKpNews - Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Riau (FKp UNRI), Ns Sofiana Nurchayati MKep PhD, mengembangkan instrumen CKD-HD QoL, sebuah alat ukur khusus untuk menilai kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Indonesia. Instrumen ini dikembangkan melalui penelitian disertasi di Lincoln University College, Malaysia, sebagai upaya menjawab kebutuhan akan alat ukur yang spesifik, komprehensif, dan sesuai dengan konteks sosial budaya masyarakat Indonesia.
Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan serius dengan angka prevalensi dan biaya pengobatan yang tinggi. Pasien yang menjalani hemodialisis tidak hanya menghadapi tantangan fisik akibat penyakit dan terapi yang dijalani, tetapi juga beban psikologis, sosial, hubungan interpersonal, hingga aspek spiritual yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup mereka.
Namun, hingga saat ini Indonesia belum memiliki instrumen tunggal yang secara khusus dirancang untuk mengukur kualitas hidup pasien hemodialisis. Selama ini, penilaian kualitas hidup masih menggunakan berbagai instrumen umum dengan perbedaan domain, jumlah item, serta keterbatasan dalam menangkap karakteristik penyakit dan sensitivitas sosial budaya lokal.
“Pasien hemodialisis membutuhkan penilaian kualitas hidup yang lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga aspek psikologis, sosial, relasi, dan spiritual,” ungkap Sofiana.
Melalui disertasi berjudul “Development and Validation of CKD-HD QoL Scale to Measure Quality of Life on Patients with Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis”, Sofiana mengembangkan instrumen CKD-HD QoL yang mencakup lima domain utama, yaitu fisik, psikologis, hubungan, sosial, dan spiritual, dengan total 36 item. Instrumen ini telah diterima sebagai instrumen indeks tunggal yang mampu menggambarkan kualitas hidup pasien hemodialisis secara lebih komprehensif yang bermanfaat untuk mengukur outcome of care dan mengevaluasi efektifitas interventional studies dalam meningkatkan qualitas hidup pada pasien yg menjalani hemodialisis.
Pengembangan CKD-HD QoL diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pasien penyakit ginjal kronis. Instrumen ini dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan dalam praktik klinik untuk merancang perawatan yang lebih tepat sasaran, serta menjadi rujukan penting dalam penelitian dan pengembangan kebijakan kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis di Indonesia, tutupnya. (wendi. Foto: Istimewa)***